Kolaborasi ANI dan BI Dorong Program “Wakaf Sumut Berkah"

Senin, 3 Agustus 2026 | Dibaca : 52 | Penulis : Anri Saputra, M.Psi., CWC

berita_1785765927.jpg

Medan, 3 Agustus 2026, Upaya memperkuat ekosistem wakaf di Sumatera Utara semakin menunjukkan arah yang konkret. Hal ini ditandai dengan pertemuan strategis antara Asosiasi Nazhir Indonesia (ANI) dan Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sumatera Utara yang digelar di Gedung BI Sumut, Senin (3/8/2026).

Pertemuan tersebut diinisiasi oleh Pembina Yayasan Darul Waqaf Al-Hadiy, Dr. Mayurida, M.Pd., CWC, bersama Wahyu Ega Nugraha selaku Deputi Kepala Divisi dan Ali Sakti H Nasution selaku Konsultan UMKM dan Eksyar BI Sumatera Utara. Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai utusan lembaga wakaf di Sumatera Utara, jajaran pimpinan BI Sumut, serta sejumlah staf terkait.

Dari pihak Yayasan Darul Waqaf Al-Hadiy, turut hadir Dr. Mayurida, M.Pd., CWC selaku Ketua Pembina Yayasan Darul Waqaf Al-Hadiy, Haniyatul Abrari, CWC selaku Ketua Yayasan Darul Waqaf Al-Hadiy, serta Andri Saputra Lubis, M.Psi., CWC sebagai Ketua Lembaga Baitul Waqf Al-Hadiy.

Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam membangun sinergi kelembagaan untuk mengembangkan potensi wakaf secara lebih masif dan terstruktur di Sumatera Utara melalui program bertajuk “Wakaf Sumut Berkah”.

Dr. Mayurida, M.Pd., CWC menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah strategis dalam memperluas literasi dan implementasi wakaf di tengah masyarakat.

“Pertemuan ini adalah titik awal untuk menyatukan visi besar dalam membumikan wakaf di Sumatera Utara. Kami berharap sinergi antara ANI dan BI dapat melahirkan program-program nyata yang berdampak langsung bagi kesejahteraan umat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Darul Waqaf Al-Hadiy, Haniyatul Abrari, CWC, menekankan pentingnya kolaborasi lintas lembaga dalam memperkuat gerakan wakaf.

“Kami melihat potensi wakaf di Sumatera Utara sangat besar, namun perlu dikelola secara profesional dan kolaboratif. Kehadiran BI dalam program ini menjadi energi baru untuk mendorong penguatan tata kelola dan distribusi manfaat wakaf,” ungkapnya.

Senada dengan itu, Ketua Lembaga Baitul Waqf Al-Hadiy, Andri Saputra Lubis, M.Psi., CWC, menyampaikan bahwa kolaborasi ini diharapkan mampu menghadirkan inovasi dalam pengelolaan wakaf.

“Kami optimis kolaborasi ANI dan BI akan membuka ruang inovasi, baik dalam digitalisasi wakaf maupun pengembangan program produktif. Ini bukan hanya tentang penghimpunan, tetapi bagaimana wakaf benar-benar memberikan dampak berkelanjutan,” jelasnya.

Ke depan, Asosiasi Nazhir Indonesia (ANI) dan BI Sumut berkomitmen untuk bersinergi dalam mengembangkan berbagai program strategis guna meningkatkan kesadaran masyarakat serta optimalisasi pengelolaan wakaf di Sumatera Utara.

Kolaborasi ini diharapkan menjadi tonggak awal dalam mewujudkan ekosistem wakaf yang kuat, profesional, dan berdaya guna bagi pembangunan ekonomi umat di wilayah Sumatera Utara.